Dalam mengembangkan SIAP Online, developer kami berpegang pada beberapa prinsip yg selalu dijadikan acuan dalam bekerja. Dalam blog ini kami mencoba berbagi tentang 10 Prinsip Pengembangan SIAP Online yg akan ditampilkan dalam tulisan bersambung. Mudah2-an bisa menjadi manfaat bagi rekan pembaca blog ini pada khususnya dan bagi rekan seprofesi (programmer) di Indonesia pada umumnya. Selamat menyimak.
Prinsip 1: Pelanggan Adalah Raja
- Utamakan Pelanggan
Kepentingan pelanggan berada di atas kepentingan programmer.
Ada sebuah prinsip dalam dunia bisnis, yaitu: “business is about making customers, not making money”. Dalam terjemahan bebasnya berarti “bisnis adalah mencari pelanggan, bukan uang”. Mengapa? Karena uang tidak jatuh begitu saja dari langit. Uang diperoleh dari pelanggan. Jika kita bisa mendapatkan pelanggan maka secara otomatis kita bisa mendapatkan uang. Jika kita bisa memenuhi kebutuhan pelanggan maka secara otomatis pelanggan akan terus berbisnis dgn kita, secara otomatis pula uang akan terus kita hasilkan. Dengan demikian maka bisnis apapun yg kita lakukan harus berorientasi pada pelanggan (customer oriented), bukan pada pelaku bisnis (producer oriented).
Namun sayang sekali, sebagian besar programmer tidak mengetahui prinsip bisnis ini. Ada yg karena memang tidak tahu karena programmer memang bukan pebisnis secara ilmu akademis. Tapi ada juga yg tidak mau tahu dan beranggapan bahwa programmer lebih pandai daripada pelanggan. Padahal prinsip ini bukan tentang siapa lebih pandai dan siapa lebih bodoh, tapi lebih pada siapa yg dilayani dan siapa yg melayani. Profesi programmer pada prinsipnya adalah melayani kebutuhan pelanggan melalui media teknologi, lebih khusus lagi teknologi perangkat lunak komputasi digital (software).
Programmer yg tidak berorientasi pada pelanggan biasanya lebih memikirkan teknologi yg akan digunakan untuk membangun software sedemikian rupa dia bisa bekerja dengan mudah, cepat, dan nyaman. Kebutuhan programmer menjadi prioritas utama dalam membangun software. Padahal walaupun software dibuat dengan sangat canggih dan menggunakan teknologi terkini, tetapi tidak bisa memenuhi kebutuhan yg diinginkan pelanggan, maka harga software tsb di mata pelanggan adalah nol alias tidak berharga sama sekali.
Sedangkan programmer yg berorientasi pada pelanggan lebih memikirkan bagaimana software yg dihasilkan nanti akan membuat pelanggan (pengguna) bekerja secara lebih mudah, cepat, dan nyaman. Software yg dihasilkan akan bisa meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan produktifitas kerja pelanggan. Kebutuhan programmer bukanlah menjadi prioritas utama dalam membangun software. Walaupun software dibuat dengan teknologi lama dan biasa2 saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan yg diinginkan pelanggan, maka harga software tsb di mata pelanggan adalah tinggi.
Tentu saja, idealnya adalah baik kebutuhan programmer maupun pelanggan untuk bisa bekerja dengan mudah, cepat, dan nyaman bisa sama2 terpenuhi. Hal ini bisa dicapai dengan manajemen pengembangan software yg baik.
- Siapakah Pelanggan?
Ada pelanggan, ada pengguna, keduanya adalah entitas yg berbeda.
Dalam bisnis software, ada dua jenis klien yg harus dihadapi, yaitu: pelanggan (customer) dan pengguna (user). Pelanggan adalah orang atau badan yg membeli atau membayar software. Customer is the one who pays the bill, mungkin begitu istilah dalam bahasa inggrisnya. Sedangkan pengguna adalah orang yg menggunakan atau mengoperasikan software. User is the one who operates the software, mungkin begitu kalau dalam bahasa inggris. Seringkali pelanggan juga menjadi pengguna, dia membeli sekaligus menggunakan sendiri software yg dibelinya, umumnya untuk software yg bersifat personal. Namun tidaklah harus selalu demikian. Untuk jenis aplikasi skala menengah ke atas, pelanggan umumnya tidak menggunakan sendiri software-nya namun menugaskan petugas khusus untuk mengoperasikannya, umumnya disebut sebagai operator. Operator inilah yg disebut dengan pengguna (user).
Dalam proses software development, kita harus bisa membedakan pelanggan dan pengguna karena masing2 memiliki kebutuhan dan keinginan yg berbeda. Fokus pelanggan adalah kebutuhan (need) dan tujuan (purpose) dengan serangkaian tata aturan serta urutan proses. Dua hal ini, secara berurutan, bisa kita petakan sebagai masukan (input) dan keluaran (output) beserta skema proses yg harus dipatuhi atau dijaga dalam aplikasi. Pelanggan seringkali tidak terlalu peduli terhadap teknologi apa yg digunakan, bagaimana algoritma prosesnya, kenyamanan penggunaan, database-nya merk apa, atau hal2 teknis dan rinci lainnya. Yang paling utama bagi pelanggan adalah terpenuhinya kebutuhan dan tercapainya tujuan secara lebih efektif dan efisien dengan menggunakan software. Bagi pelanggan, software adalah alat bantu (tool), bukan hasil (result).
Sementara pengguna lebih fokus pada kemudahan (ease) dan kenyamanan (comfort) selama menggunakan atau mengoperasikan software. Pengguna pada umumnya tidak terlalu ambil pusing dengan alasan dibalik berbagai aturan, prasyarat, urutan proses, yg terlibat dalam software. Pengguna bekerja berdasarkan SOP (standard operational procedure). Apa yg tercantum di dalam SOP, itulah yg akan dilakukan oleh pengguna. Bagi pengguna, software adalah pekerjaan (task). Oleh karena itu, faktor kemudahan dan kenyamanan menjadi faktor yg sangat penting agar pengguna betah dalam melaksanakan pekerjaannya. Kemudahan dan kenyamanan juga akan menyederhanakan SOP yg menjadi acuan pengguna dalam bekerja. Dengan SOP yg sederhana, ringkas, dan mudah dipahami akan sangat mengurangi faktor kesalahan manusia (human error) sehingga pada akhirnya meminimalkan permasalahan dan meningkatkan produktifitas.
Software yg baik harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan pengguna sekaligus. Bagaimanapun, software yg mampu mendorong kinerja pengguna tentu akan sangat dihargai oleh pelanggan.
bersambung…





